KEBAKARAN KAMIS MALAM AKIBATKAN KADEK HEDI PRAMANA PUTRA KEHILANGAN GUDANG

BUSUNGBIU 19 Juli 2019 10:31:33 WITA

Kamis, 18 Juli 2019 malam kemarin sijago merah mengamuk di Banjar Dinas Kaja, Desa Busungbiu. Akibat amukan sijago merah ini gudang serkel kayu milik Kadek Hendi Pramana Putra (28) ludes terbakar. Awalnya kebakaran tersebut diketahui oleh Kadek Agum Tohjaya, saat ditemui di lokasi kebakaran Kadek Agum menuturkan bahwa awalnya ia mencium bau asap seperti ada yang membakar sesuatu. Karena rasa curiganya Kadek Agum keluar dari kamar tidur menuju halaman rumahnya dan melihat kepulan asap tebal membungbung tinggi di selatan rumahnya. Selanjunya pria 16 Tahun tersebut keluar rumah dan mendapati gudang yang menjadi tempat usaha milik tetangganya sudah terbakar. Untuk  menindaklanjuti kebakaran tersebut dan mencegah api agar tidak merember ke rumahnya serta rumah di selatan gudang selanjutnya Kadek Agum melaporkan kejadian kebakaran tersebut ke Mapolsek Busungbiu. “awalnya saya mencium bau asap” tuturnya. “saya keluar kamar, kok seperti kebakaran, asap sudah tebal” lanjutnya. “ terus saya keluar dari halaman rumah menuju jalan raya, ternyata benar kebakaran di sebelah rumah” sambungnya. “selanjutnya saya ambil motor dan lapor ke polsek busungbiu” terangnya. Berkat laporan salah satu  siswa di  SMAN 1 Busungbiu tersebut Polsek Busungbiu selanjutnya menindaklanjuti kejadian tersebut dengan melaporkan ke  Pemadam Kebakaran sector Seririt. Pemadam Kebakaran sector seririt tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 22.20 Wita dengan mengerahkan 2 (dua) truk Pemadam Kebakaran. Karena bahan yang tersimpan di Gudang Serkel Kayu tersebut terdapat bahan yang mudah terbakar seperti kayu jati serta kayu lainnya yang digunakan sebagai bahan produksi Furniture rumah tangga mengakibatkan api dengan cepat membesar. Pukul 22.45 Wita bantuan truk pemadam kebakaran Kabupaten Buleleng tiba dilokasi tersebut guna membantu pemadam kebakaran sector seririt memadamkan api. Si jago merah baru dapat diredakan sekitar pukul 03.40 Wita.

Kejadian kebakaran tersebut tidak memakan korban jiwa maupun luka-luka sebab gudang kayu tersebut hanya digunakan untuk memproduksi furniture seperti meja, kursi lemari berbahan kayu serta tidak digunakan sebagai tempat tinggal. Kadek Hedi Pramana atau yang lebih akrab disapa Kadek Moleh mengetahui kejadian tersebut dari salah satu warga masyarakat yang menelponnya, pada saat terjadinya peristiwa kebakaran tersebut Kadek Hedi sedang berada di Denpasar bersama Istri, Anak dan beserta keluarganya dikarenakan ada upacara adat berupa Pemelaspasan Rumah tinggal milik kakaknya. “saat kejadian saya dan keluarga di Denpasar, kebetulan kakak melaspas rumah” . terangnya. “awalnya saya ditelpon sama seseorang mengatakan gudang saya kebakaran” sambungnya. Akibat kejadian tersebut kadek Hendi Pramana Putra harus iklas menerima Gudang Kayu yang sehari harinya menjadi tempat ia bekerja bersama 10 karyawannya ludes dilalap si jago merah. Saat ditemui di Kantor Perbekel Desa Busungbiu Kadek Hedi Pramana Putra memberikan keterangan tentang kerugian yang ia tanggung dari kejadian kebakaran yang menimpa gudang kayu miliknya Kamis malam lalu. Pria 28 tahun dengan 1 orang putra tersebut memberikan keterangan kerugian yang ia tanggung dari kejadian kebakaran tersebut kurang lebik ditaksir sekitar Rp. 500.000.000 (lima ratus juta rupiah). Tidak hanya itu, dari kejadian tersebut ia dan karyawannya harus iklas menerima kenyataan bahwa tempat ia dan karyawannya bekerja telah hangus dilalap api. “ kerugian kurang lebih 500 juta” tuturnya. “banyak barang seperti mesin propil, mesin serut, mesin pemecahan,mesin lobang, mesin potong dan mesin asah  hangus” sambungnya. “ada juga furniture seperti lemari, kursi, meja yang sudah jadi dan siap kirim juga hangus” lanjutnya.

Jumat,19 Juli 2019 jajaran Kepolisian Sektor Busungbiu melakukan pemasangan garis polisi guna melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sampai pagi ini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian Polsek Busungbiu.

Serta dari unsur Pemerintah Desa Busungbiu selanjutnya akan meminta keterangan dari korban Kadek Hendi guna mengetahui jumlah kerugian yang ditanggung. Dari jumlah kerugian tersebut selanjutnya Pemerintah Desa Busungbiu akan mengajukan Proposal ke BPBD Kabupaten Buleleng maupun BPBD Provinsi Bali. Pemerintah Desa Busungbiu berharap proposal yang akan diajukan dapat segera ditangani mengingat usaha mikro kecil menengah milik Kadek Hendi ini menampung 10 karyawan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Jumlah Pengunjung

Kalender bali

Jam Digital

Perkiraan Cuaca

Lokasi Busungbiu

tampilkan dalam peta lebih besar